Brahman dan riwayat singkat Alam Semesta 2 (dua)

Brahman dan riwayat singkat Alam Semesta lanjutan 2 (dua),,, 😉

Evolusi [perkembangan] ini kemudian diikuti oleh peleburan atau pembubaran. Dalam pralina wujud materi [fisik] ini, semua obyek di seluruh dimensi alam semesta ini kembali menyatu dengan Prakriti, yang berarti yang ada hanya Prakriti [energi ilahi yang mula-mula] saja. Semuanya berlangsung laksana putaran roda [cakra] perkembangan-pemeliharaan-peleburan yang saling berputar [laksana roda chakra] bergantian secara terus menerus. Sering disimbolikkan sebagai Shiva Nataraja.

2. Pembentukan atau pengembangan alam semesta.
Karena prakriti adalah dasar atau pondasi [tattva] dari seluruh fenomena dan dimensi alam semesta dia juga sering disebut PRADHANA. Dinamika prakriti dipicu [dipengaruhi] oleh tiga intisari sifat dasar-nya [tri guna], yaitu :

1. Sattvam – unsur keseimbangan.

2. Rajas – unsur aktif [pengembangan, pemuaian atau dinamika aktifitas].

3. Tamas – unsur statik [kelembaman atau perlawanan untuk melakukan kegiatan].

Dalam kondisi seimbang total [sattvam], seluruh materi semesta terserap kembali ke dalam Prakriti. Namun apabila Prakriti diguncang oleh unsur aktifnya [rajas], sehingga Prakriti menjadi tidak seimbang, maka terciptalah alam semesta ini. Seluruh materi memencar menyebar ke segala arah dan terciptalah wujud alam semesta raya.Dimana dinamika murni Prakriti mengembangkan dirinya secara berurutan sambung-menyambung menjadi dua puluh empat tattva [asas dasar]. Evolusi [perkembangan] ini sendiri terjadi karena Prakriti selalu dalam keadaan tidak stabil akibat tekanan tiga unsur intisari sifat dasar-nya [tri guna].

Lanjut,, 🙂

Kedua puluh empat tattva [asas dasar] itu adalah :

>>> PRAKRITI [divine energy] -asas dasar paling halus yang merupakan sumber di balik segala apapun yang ada di seluruh dimensi alam semesta -dan segalanya-, kecuali purusha. Juga diidentikkan dengan Mula-Prakriti [primordial matter / materi purba yang mula-mula]. Prakriti di intisarinya sendiri adalah keadaan keseimbangan total [sattvam].

>>> MAHAT – Ketika kondisi Prakriti tengah aktif, maka saat itulah terjadi pertemuan antara Purusha dan Prakriti. Dari pertemuan keduanya lahir hasil pertama dari evolusi Prakriti, yaitu mahat [dinamika murni]. Mahat juga identik dengan cosmic mind atau maha-kesadaran kosmik. Saat mahat [cosmic mind] ini bangkit, alam semesta ini belum juga ada. Kemudian karena pengaruh unsur Rajas [aktif / kerja] dari Tri Guna, cosmic mind ini mulai berkreasi [lila] dan mengembangkan ciptaan [dinamika].

Dari sini lahirlah citta semesta, cikal bakal memori subyektif-relatif seluruh makhluk. Citta adalah Purusha yang sudah “terkontaminasi”, jatuh dan terperosok akibat belenggu Prakriti.Begitu citta semesta tercipta, maka pengaruh Prakriti semakin besar. Prakriti kembali menanamkan belenggunya kepada citta semesta, dari sini maka lahirlah buddhi [kecerdasan] semesta, sebagai cikal bakal kesadaran dan kecerdasan relatif seluruh makhluk.

>>> AHAMKARA – Akibat unsur rajas ini juga, hasil kedua dari evolusi Prakriti adalah ahamkara [ke-aku-an atau ego]. Ahamkara inilah yang bertanggung-jawab terhadap perasaan “aku” dalam mahluk hidup. Ahamkara juga adalah penyebab identifikasi diri yang berbeda dengan alam luar beserta segala isinya. Disini kondisi Purusha sudah semakin terbelenggu Prakriti. Keterbatasan dan kebodohan sudah mulai melekati Atman.

>>> PANCA TANMATRA [lima bahan materi halus] – adalah hasil dari Mahat, bersamaan muncul dengan Ahamkara. Masing-masing Tanmatra ini terbentuk dari salah satu aspek Tri Guna, yaitu :

1. Sabda Tanmatra [unsur halus dari ruang].

2. Sparsa Tanmatra [unsur halus dari udara atau gas].

3. Rupa Tanmatra [unsur halus dari cahaya atau api].

4. Rasa Tanmatra [unsur halus dari cairan].

5. Gandha Tanmatra [unsur halus dari materi padat].

>>> MANAS [pikiran] atau “Antahkarana” – berkembang dari kesemua [total] aspek sattvam dari Pancha Tanmatra dan Ahamkara.

>>> PANCHA JNANA INDRIYA – lima indra perasa, yang berkembang dari aspek sattvam dari Ahamkara, yaitu :

1. Cakshu semesta [cikal bakal penglihatan].

2. Srota semesta [cikal bakal pendengaran].

3. Ghrana semesta [cikal bakal penciuman].

4. Jihva semesta [cikal bakal perasa lidah].

5. Tvak semesta [cikal bakal peraba seluruh tubuh].

>>> PANCHA KARMA INDRIYA – lima organ tindakan, yang berkembang dari aspek Rajas dari Ahamkara, yaitu :

1. Vak semesta [cikal bakal pengucapan].

2. Pani semesta [cikal bakal peraba tangan].

3. Pada semesta [cikal bakal peraba kaki].

4. Upastha semesta [cikal bakal rasa kemaluan].

5. Payu semesta [cikal bakal gerak dan dubur].

>>> PANCHA MAHABHUTA – lima elemen dasar yang berkembang dari aspek Tamas dari Ahamkara. Panca Mahabhuta muncul dari “pengasaran” [panchikaran] dari Panca Tanmatra, sehingga terciptalah Panca Mahabhuta, lima elemen dasar materi kasar, yaitu :

1. Sabda Tanmatra, mengasar atau mengkristal menjadi AKASHA [ruang].

2. Sparsa Tanmatra, mengasar atau mengkristal menjadi VAYU [udara atau gas].

3. Rupa Tanmatra, mengasar atau mengkristal menjadi TEJA [cahaya atau api].

4. Rasa Tanmatra, mengasar atau mengkristal menjadi APAH [cairan].

5. Gandha Tanmatra, mengasar atau mengkristal menjadi PRTHIVI [materi padat].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s