Brahman dan riwayat singkat Alam Semesta.

Brahman dan riwayat singkat Alam Semesta.

Oleh Rumah Dharma – Hindu Indonesia

BRAHMAN

Brahman adalah nirguna [melampaui semua sifat alam], niranjana [murni], nirvikalpa [melampaui semua penjelasan] dan acintya [tidak terpikirkan].Karena tidak ada kata-kata maupun pemikiran yang bisa menjelaskan Brahman.Yang ada maupun yang tidak ada adalah manifestasi Brahman, berawal dari Brahman dan berakhir pada Brahman.

Segala yang ada di alam semesta ini adalah manifestasi Brahman, termasuk Purusha dan Prakriti. Akan tetapi Brahman tidak bisa dijelaskan. Itulah sebabnya Brahman juga disebut Acintya atau [kalau di Bali] Hyang Acintya. Dalam bahasa sansekerta acintya berarti tidak terpikirkan. Menurut para maharsi, kata-kata yang paling mendekati yang bisa menjelaskan Brahman, walaupun juga tidak tepat, adalah Sat-Chit-Ananda [realitas absolut – kesadaran -kebahagiaan murni].
PURUSHA DAN PRAKRITI

Keseluruhan alam semesta ini terdiri dari dua realitas : Purusha – realitas absolut [kesadaran murni] dan Prakriti -fenomena alam materi [energi-materi].

Purusha adalah realitas absolut, kesadaran murni. Mutlak, tidak tergantung, bebas, tidak terasa, tidak kelihatan, diluar semua pengalaman dan diluar semua kata-kata dan penjelasan. Tidak terpikirkan. Kesadaran tanpa sifat yang selalu murni. Purusha tidak berasal dari sesuatu dan tidak menghasilkan / menimbulkan sesuatu.

Sedangkan Prakriti dalam bahasa manusia yang paling mendekati adalah energi. Jadi Prakriti bisa disebut sebagai divine energy [energi ilahi]. Prakriti adalah penyebab awal dari seluruh fenomena alam materi, seluruh dimensi alam semesta -dan segalanya-, kecuali purusha, yang tidak memiliki penyebab maupun menjadi sebab. Prakriti menjadi sumber asal dari apapun yang bersifat material [fisik] dan energi.

Hal ini juga dijelaskan di dalam Veda : “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari” [ Rig Veda 2.72.4 ] – dari aditi [materi] asalnya daksa [energi] dan dari daksa asalnya aditi –. Ini teori yang sama dengan teori E=mc2 yang ditulis oleh Einstein.

Menurut hukum Satkaryavada, sejatinya tidak ada sesuatupun yang dapat diciptakan, maupun sebaliknya : dihancurkan ke dalam ketiadaan. Yang ada adalah transformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya belaka. Ini juga bisa berarti dalam fenomena alam materi yang penuh aktifitas [utpetti, sthiti, pralina – pembentukan, pengembangan dan penghancuran], sejatinya tidak ada yang diciptakan atau dihancurkan, hanya dinamika perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya, dari materi menjadi energi dan dari energi menjadi materi. Hanya dikatakan saja sebagaiutpetti, sthiti, pralina, karena begitulah yang terlihat dalam realitas materi.

Keseluruhan alam semesta dalam fenomena dinamika perubahan dan aktivitas [utpetti, sthiti, pralina -pembentukan, pengembangan dan penghancuran] dalam realitas materi [prakriti] diistilahkan sebagai tarian kosmik Brahman. Sering disimbolikkan sebagai Shiva Nataraja [tarian kosmik Shiva]. Kita adalah tarian Brahman dalam realitas materi.Segala hal di alam semesta, semua yang kita lihat, dengar dan bayangkan, adalah dinamika [pergerakan]. Galaksi-galaksi melayang tinggi dalam pergerakan, atom-atom dalam pergerakan dan semua pergerakan adalah tarian kosmik Brahman.

Perputaran utpetti, sthiti, pralina ini disebut Brahma Cakra. Satu putaran Brahma Cakra mulai dari pembentukan sampai penghancuran [maha pralaya] memakan waktu 1siang + 1 malam Brahma [1 hari Brahma], yang sama dengan 8,4 Milyar tahun.

BRAHMA CAKRA [RODA CAKRA ALAM SEMESTA]

1. Roda penciptaan dan penghancuran alam semesta.
Menurut hukum Satkaryavada, “akibat” pra-eksis di dalam “sebab”. Sebab dan akibat dipandang sebagai sisi-sisi sementara yang berbeda dari satu hal yang sama – akibat terletak terpendam [tersembunyi] di dalam sebab yang pada gilirannya menebar benih pada akibat berikutnya.
🙂

Hukum Prakriti-Parinama Vada menyatakan bahwa “akibat” adalah perubahan nyata dari “sebab”. Sebab yang dimaksudkan disini adalah Prakriti [divine energy] atau tepatnya Mula-Prakriti [primordial matter / materi yang mula-mula]. Dalam evolusinya [perkembangannya], Prakriti berevolusi menjadi Mula-Prakriti dan dari sini menjadi berbagai obyek yang berbeda-beda dan beragam. Seperti yang dijelaskan di dalam Veda : “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari” [ Rig Veda 2.72.4 ] -dari aditi [materi] asalnya daksa [energi] dan dari daksa asalnya aditi –. Ini teori yang sama dengan teori E=mc2 yang ditulis oleh Einstein.
🙂

Bersambung….
Tunggu lanjutanBrahman dan riwayat singkat Alam Semesta 2 (dua).
hehe
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s