Tuhan,nama-Mu siapa?

Tuhan, nama-Mu siapa?

 

 

Hidup di masyarakat yang heterogen sangatlah menyenangkan. Memiliki  banyak sahabat dari berbagai suku, ras, agama dan golongan memberikan nilai tersendiri pada masing-masing pribadi. Namun harus disadari bahwa tabiat masing-masing pribadi sangatlah berbeda-beda. Sikap dan kejiwaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi dimana seseorang dilahirkan, dibesarkan dan dasar keyakinan yang ditanamkan pada dirinya.

Membicarakan masalah keyakinan kadangkala menjadi suatu yang imajiner, yang sangat irasional dan hanya karena masalah keyakinan seseorang dapat melakukan apa saja diluar akal sehat manusia. Kasus-kasus bom bunuh diri dan perang atas nama Tuhan sudah mengorbankan jutaan nyawa dalam sejarah kehidupan manusia.

Sebagai golongan minoritas sering kali saya disuguhi pertanyaan yang sangat menggelitik tetapi juga menarik untuk di bahas. Salah satunya adalah masalah “siapa Tuhanmu?”. Seorang teman kuliah pernah berkata kepada saya; “Kalau Tuhanku kan Allah, Tuhan orang kristen Yesus, Alah Bapa dan Roh Kudus, sementara Tuhan kamu siapa? Terus Dewa favorit kamu yang mana yan?”

Ternyata Tuhan yang selama ini saya pahami sebagai Yang Esa dan Tuhan semua mahluk hidup di alam semesta ini tidak sama dengan Tuhan yang dibayangkan oleh teman saya itu. Apa benar Tuhan kita berbeda-beda?

Menurut Karen Amstrong dalam bukunya “A History of God”  menyatakan bahwa asal-usul masing-masing Tuhan dalam agama Abrahamik (Yahudi, Kristen dan Islam) berbeda-beda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad.

Karakter masing-masing Tuhan agama Abrahamik tersebut sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan yang paling pencemburu, gampang marah, dan suka menghukum pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.

Apakah pernyataan Karen Amstrong mengenai Tuhan penganut agama Abrahamik adalah berbeda sebagaimana disebutkan dalam bukunya tersebut? Mari kita coba analisis dari masalah wahyu yang diturunkan kepada ketiga agama ini. Agama Yahudi adalah agama yang paling tua dari ke-3 rumpun agama ini, kitab suci-nya adalah Taurat / Torah. Namun demikian sebagaimana pernyataan Yesus dalam di Matius 5:17. Dikatakan: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya“. Ayat ini menegaskan bahwa Ajaran Kristen diwahyukan kembali untuk melengkapi ajaran yang sebelumnya yang kurang sempurna. Demikian juga Islam lewat Q.S. Al Maidah ayat 3 mengatakan “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”. Ayat ini mengklaim bahwa agama Islam adalah ajaran yang menyempurnakan ajaran-ajaran agama-agama sebelumnya (Yahudi dan Kristen).

Jika memang Tuhan ke-3 agama ini berbeda, sepertinya masalah ini dapat dimengerti karena satu Tuhan mengoreksi Tuhan yang lainnya. Namun jika kita kembali lagi ke titik pangkal Agama dimana setiap umat agama memuja Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Adil dan berbagai sebutan Tuhan dengan kemahakuasaannya, apakah mungkin posisi “maha/paling” disini dikuasai oleh lebih dari satu entitas (Tuhan)? Tentunya harus ada satu yang laing berkuasa, yang paling sempurna, yang paling adil dan sebagainya.

Namun jika kita mengatakan bahwa Tuhan dalam ajaran Abrahamik ini sejatinya hanya ada satu, maka permasalahannya adalah pada model pewahyuan/penurunan ajaran-ajarannya. Kenapa Tuhan menurunkan ajarannya dalam kondisi tidak sempurna sehingga harus diperbaiki, ditambahkan dan disempurnakan sebagaimana kasus Taurat/Torah yang digenapi dengan kehadiran Yesus dan berikutnya disempurnakan lagi dengan kehadiran Nabi Muhammad? Bukankah Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna? Kenapa Beliau Yang Maha Sempurna dapat menurunkan kitab suci yang tidak sempurna?

Mungkin permasalahan inilah yang menyebabkan kenapa beberapa teman saya menanyakan pada saya prihal siapa Tuhan saya. Kalau memang benar demikian adanya, saya sebagai pengikut Veda yang berada di luar komunitas agama-agama Abrahamik tentunya dapat memahami pola pikir mereka.

Tapi sebelum kita menyimpulakan bahwa Tuhan itu memang banyak dan mengatakan bahwa masing-masing agama punya Tuhan yang berbeda, mari kita coba untuk menggunakan akal sehat kita terlebih dahulu untuk bertanya pada Tuhan, siapa nama Tuhan yang sebenarnya.

Sekarang kita coba tatap langit dan lihatlah benda yang berpijar dan memberikan penerangan terhadap bumi, yang menyebabkan adanya siang dan malam. Apa nama benda langit tersebut?

Kita sebagai orang Indonesia akan menyebutnya “Matahari”. Bangsa yang menggunakan bahasa Inggris akan menyebutnya “Sun”. Orang Bali menyebutnya sebagai Surya / Matanai. Orang Tengger menyebutnya “Srengenge” dan orang Sunda menyebutnya “Baskara”, kalangan ilmiah kadang menyebutkannya dengan istilah “Solar”. Apakah salah kalau kita menyebutkaan benda langit yang menyebabkan siang dan malam itu sebagai Sun, Surya, Matahari dan sebagainya? Tidak kan?

Demikian juga halnya dengan Sang Pencipta, Penguasa Alam Raya ini yang terkadang disebut “God atau Lord” oleh bangsa yang bertutur kata dengan bahasa inggris, disebut “Gusti” oleh orang Jawa, disebut Tuhan dalam bahasa Indonesia, Allah dalam bahasa Arab, Hyang Widdhi dalam bahasa Sansekerta, dan sebagainya. Salahkan orang yang menyebut Sang Pencipta dengan nama yang sesuai dengan bahasa yang digunakan di daerahnya?

Jika kita mau jujur, sebenarnya cara kita menyebut Sang Maha Pencipta adalah dengan menggunakan sifat-sifat dari beliau. Dalam Islam dikenal istilah Asmaaa-ul-husnaa, yaitu 100 nama suci Tuhan (1 nama belum diketahui) berdasarkan sifat-sifatnya. Menurut Akif Manaf Jabir, Ph.D (1997), Nabi Muhammad sendiri menyatakan bahwa ada 99 nama Tuhan yang apabila seseorang melafalkan kesemua nama itu, maka ia akan masuk surga. Itulah sebabnya, biji tasbih yang digunakan oleh umat Islam untuk berzikir jumlahnya 99, mengikuti jumlah nama Allah itu.

Nama yang pertama adalah “Allah” yang berarti “that which there is no otheratau “hanya satu tiada duanya”. Nama inilah yang paling menonjol di antara nama-nama lainnya, sehingga lahirlah “Lailahaillalah”, atau “tiada Tuhan selain Allah.” Allah memiliki nama lain Al-Alim yaitu “Beliau Yang Maha Tahu”,Al-Kudus “Beliau Yang Maha Suci, Al-Rahman “Maha Pengasih”, Al-Rahim “Maha penyayang”, Al-Awwal,  Al-Akhir,  Al-Sabr  “Yang Paling Sabar” dan lain-lain.

Tentunya ke 99 nama Tuhan diatas dalam bahasa Arab, nah bagaimana halnya jika kita menyebutkan nama Tuhan dalam bahasa Veda, bahasa Sansekerta? Dalam Veda dikenal istilah “Visnusahasranama” yaitu 1000 nama suci Tuhan yang sesui dengan sifat-sifatnya yaitu antara lain Hyang Widdhi (Vidhi) “Yang Maha Tahu”, Krishna “Yang Maha Menarik”,  Acintya “Yang Tidak Terpikirkan”, maadhavo, Visnu “Beliau yang ada dalam segala sesuatu”, Narayana, Govinda, dan sebagainya.

Terus bagaimana halnya dengan penyebutan Tuhan dalam bahasa yang lain? Tentu ada banyak sebutan unik yang tidak terhingga banyaknya sesuai dengan bahasa yang digunakan kan?

Jika dengan analogi diatas menyatakan bahwa Tuhan setiap orang sebenarnya hanya satu, lalu mengapa sebagian orang Islam masih tetap ngotot pada pendirian bahwa “orang yang tidak menyebut Tuhan dengan nama ‘Allah’ berarti kafir”? Mengapa mereka beranggapan bahwa tiada kebenaran lain dalam agama selain Islam? Jawabannya, semua itu dipengaruhi oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan dalam konteks situasi yang dihadapi oleh Nabi Muhammad. Pada masa itu, sebagian ayat-ayat seperti itu memang sesuai dengan keadaan jaman jahilliyah. Kalau kemudian ayat-ayat itu ditafsirkan apa adanya, tanpa memandang konteks situasi jaman yang sudah berubah, yang terjadi adalah sebuah kekonyolan semata.

Referensi;

1. Steven Rosen. The Hidden Glory of India, Bhaktivedanta Book Trust, Hongkon, 2002

2. Stephen Knapp. Vedic Prophecies, 2004

3. Karen Amstorng, The history of God

20 responses to “Tuhan,nama-Mu siapa?

  1. Selamat Sejahtera,

    Saya rasa masih ada kesilapan dalam penulisan anda.

    1) Kesalahan dalam memahami sejarah pewahyuan agama tauhid.

    Anda belum cukup memahami setiuasi yang menyebabkan kondisi tersebut berlaku sedemikian rupa. Pewahyuan taurat oleh Musa bukan lah tidak sempurna tetapi isinya yang tulen telah diselewengkan oleh rabbai2 Yahudi. Dan Turat itu menceritakan tentang Hukum.

    Apabila berlaku sedemikian rupa, Isa AS telah diturunkan untuk membertulkan kembali akidah mereka namun rabai2 Yahudi dan pengikutnya menolak Nabi Isa tersebut. Dan injil yang diturunkan pula menceritakan tentang ganjaran dan balasan.

    Ini bermakna, mereka dari 1 ajaran agama dan ketika ini Yahudi yg tersesat dari agama sebenar dan kitab tersebut 1 menceritakan huku, 1 menceritakan ganjaran. Ini bermaknan bukan tidak sempurna tetapi melengkapi.

    Namun apabila turunnya Muhammad SAW, untuk meneruskan ajaran2 rasul terdahulu, Kristian dan Yahudi menolak, lantas mereka telah tersesat dan Umat Islam berada dalam ajaran Nabi Muhammad dan rasul2 terdahulu bahkan Islam yang memuliakan kembali rasul2 terdahulu setelah didustakan oleh umat2 mereka terdahulu.

    2) Kesilapan pada bahasa Anda.

    Ibrani dan Aramaic itu semitik bahasanya.

    (Ibrani) (Aramaic)
    Yahweh = Ya Hua = Wahai Dia.

    (Ibrahim) (Ibrani) (Arab)
    Alaha = Eloah = Ilah = Tuhan

    Manakala ‘Allah’ itu ialah nama khas.

    Jika anda ingin mengulas tentang sejarah agama Ibarhim, maka anda perlu pelajarinya dengan lebih mendalam. Sejarah agama Hindu ni saya belum faham secara keseluruhan lagi…

  2. Salam sejahtera untuk qt semua,baik anda maupun saya,,
    sebelumnya salam kenal dan persaudaraan dari sya.
    Mengenai artikel ini,jk memang trdapat ksalahan sya mohon maaf dan trimakasih sudah mau meluruskanya.

  3. @neutrona,,
    salam kenal dri sy jg ya bro,,
    kebetulan ad jg yg mampir d blog ini,,
    mengenai prnyataan anda,,sya memiliki pertanyaan singkat mengenai ketiga kitab agama langit,yakni taurat,injil,dan al quran,,,

    apakah ketiga kitab trsebut mrupakan wahyu dari Tuhan yg satu atau Tuhan yg berbeda.??😉
    Yahweh,Tri nitas,Allah??

  4. Pastinya dari Tuhan yang 1.
    Allah.
    Namun kita pewahyuan Taurat, Allah menggelarkan diriNya sebagaI Yahweh = ya Hua = Wahai Dia. Maka ini bermakna, nama Dia sendiri masih rahsia.

    Sebabnya hambaNya masih tertanya, Siapakah Dia? Apakah nama Dia? dan apabila munculnya nabi terakhir, maka Yahweh telah menamakan dirinya sebagai ‘Allah’

    Adapun trinitas itu, Yahudi, Islam dan Nasrani aliran protestan menolak bahawa beliau (Isa Ibnu Maryam) ialah Tuhan kerana 3 aliran ini mengakui bahawai Nabi Isa ialah manusia dan bukannya Tuhan.

    Namun ya Putra Surya, boleh saya tahu akan agama mu? apa agama kamu?

    Saudara Dharmasastera beragama hindu ya?

  5. Iya,sya bragama hindu..Tepatnya Sanatana Dharma.🙂

  6. Boleh sy brtnya saudara neotrona??
    Mengenai yahweh,,
    apakah Dia termasuk dlm 99 nama Allah,,

  7. Adakah Sanata Dharma itu aliran mazhab dalam agama hindu?

    Boleh saya tahu, ada kah aliran Hindu-Mahayana? Dalam agama Hindu, apa yang membezakan antara aliran mazhab, jika ada?

    Untuk persoalan saudara, Yahweh bukanlah daripada 99 nama Allah sebab nama2 tersebut (asma’ul husna) itu berbahasa arab.

  8. Untuk informasi anda melalui web itu saya ucapkan terima kasih.. Saya juga pernah membaca rencana yang ditulis oleh Zakir Naik dalam kategori perbandingan agama. Dan isu yang dikupas ialah kandungan kitab Veda. Dan nama sebenar Hindu ialah Sanata Dharma. Terima kasih sekali lagi..

    Ya, YHWH (baca : Yahweh) sememangnya tidak termasuk dalam asma’ul hsuna. Lagi pun anda juga sedia maklum bahawa YHWH ini dalam bentuk bahasa ibrani, sedangkan asma ‘ul husna ini pula dalam bentuk bahasa Arab.

    Lagi pun dalam komentar saya sebelum ini menunjukkan terjemahan YHWH ialah Ya Hua ataupun Wahai Dia. Jadi adakah itu cocok untuk dijadikan salah 1 daripada namanya? Dalam bahasa Arab, Ya Hua ini merupakan salah 1 daripad zikir ahli sufi yang berbentuk sir (rahisa). Allah lebih tahu akan ini.

    Tentang Yesus ini, jangan lah terkeliru pula. Jika anda mempelajari al-kitab, anda akan dapati bahawa nabi Isa (Yesus) x pernah mengaku bahawa beliau itu Tuhan bahkan anak Tuhan.

    Tetapi sememangnya ada frasa2 ayat dalam al-kitab yang menunjukkan bahawa baliau menyebut Bapa. Tetapi mereka (kristen) x memahami maksud itu dengan jelas karena penggunaan kata ‘Bapa’ menunjukkan kasih sayang Allah terhadap Nabi Isa dan umatnya sebabnya Elohim (baca :Eloah) juga menyebut umatnya sebagai ‘anak’. Namun perkara ini telah disalah ertikan oleh paderi2 kristen yg x bersikap jujur sehingga akidah kristen kini telah tersesat.

    Saya minta maaf sebab x dapat berikan ayat2 dalam al-kitab karena saya tidak menghafal isi alkitab tetapi semua ini hanya berdasarkan ingatakn kepada pembacaan saya. Ianya menjadi kesulitan bagi saya untuk mencari semula ayat2 tersebut untuk dihuraikan.

    Anda boleh menjejaki situs ini : http://hikmatun.wordpress.com untuk mengetahui dengan lebih lanjut perbahasan antara Islam dan Kristen..

    • Saya juga pernah membaca rencana yang ditulis oleh Zakir Naik dalam kategori perbandingan agama. Dan isu yang dikupas ialah kandungan kitab Veda. Dan nama sebenar Hindu ialah Sanata Dharma.
      ————————————————————————————————
      nama ini sudah ada sejak awal pewahyuan veda.🙂

  9. Agama yg saya anut yakni hindu meski hindu ktp,,🙂

    mengenai jawaban anda dpat sya simpulkan bahwa Yahweh adalah Allah,,
    lalu adakah ayat dalam Kitab Alquran yg menyatakan bahwa Allah adalah Yahwe?
    maaf sbelumya,karna kalau cuma mengaitkan nama tdk bsa myeselesaikan masalah,
    misal dlm kitab alquran mengenal nama lain Allah yakni “Al’Aliim” yg maha mengetahui,dan dlm hindu mengenal nama Tuhan “Vidhi” yg maha mengetahui,,
    jd dapatkah kita menyatakn bahwa Tuhan hindu adalah Tuhan islam (Allah)??

  10. Ya, sememangnya YHWH itu Allah sebabnya di dalam Al-Quran menyebutkan bahawa semua nabi itu Islam.

    Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.

    Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

    Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.” (QS. Al Baqarah: 131-133)

    Ya, Tuhan hindu dan Tuhan Islam itu sama iaitu Allah. Namun orang yang menolak kerasulan nabi Muhammad sebagai nubuwwah terakhir dan Allah sebagai Tuhan mereka, maka mereka semua kufur dan musyrik iaitu menyekutukan Allah. Saya tidak berniat untuk menyinggung anda, tetapi itu istilah bagi mereka yg menolak kedua-dua hal tersebut…

    Saya bukanlah orang yang mahir dalam bidang ini tetapi sekadar menyampaikan perkara menurut pengetahuan saya..

  11. setelah mellihat ayat alquran,skarang sebaliknya,adakah ayat dalam taurat yg mengatakan bahwa yahwe adalah allah,,????
    menngenai yesus,menurut anda Dia hanya seorang nabi bukan Tuhan,,lalu bagai mana dengan ayat berikut :

    [Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    >Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya , yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. ]
    [Yohanes 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu.” ]
    Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!]
    [Wahyu 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” ]

    Jika ingin lebih teliti lagi, di seluruh Injil, Yesus Kristus selalu menggunakan “Firman-Ku”, menurut umat kristen ini menunjukkan sebuah otoritas penuh keilahianNya:
    Contoh:
    Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
    lalu bagai mna menurut anda???
    maaf sebelumnya kalau sya banyak tanya,,🙂

  12. Tiada masalah bagi.. Yang masalahnya jika saya memberi penerangan yang palsu. Sebelum itu, ingin saya tegaskan bahawa penggunaan YHWH ini dimulai oleh Bani Israel dahulu sebelum kaum Nasrani. Malahan saya rasa anda juga tahu bahawa nasrani dan yahudi, kedua-duanya menggunakan YHWH tetapi YHWH mereka berbeza. Jadi YHWH yang saya gunakan ialah Yang Satu persis Yahudi.

    Komentar saya sebelum ini telah terangkan bahawa Yahudi, Islam dan Aliran minoriti kristen menolak akidah trinitas. Maka pertanyaan anda itu bersangkutan dengan Kristen majoriti, pendukung trisnitas. Maka saya berlepas dengannya.

    Dalam penggunaan anda ‘Injil’ ini ada beberapa perkara yang anda perlu teliti.

    1) Perjanjian baru ini (‘injil’) ditolak oleh Yahudi.

    2) Adakah ayat firman tersebut disebut sendiri oleh Isa Ibn Maryam? Jika anda merujuk kepada perjanjian baru, tulisan berwarna merah itu ialah perkataan nabi Isa, selain itu bukan perkataan tetapi dengaran daripada pencatat setelah ratusan tahun setelah kewafatan nabi Isa.

    3) Dalam ‘injil’, nabi Isa x pernah mengaku dia itu Tuhan. bahkan dia mengatakan bahawa Tuhan itu 1.

    Dalam link tersebut, saudara boleh rujuk banyak hal tentang ayat2 dalam bible serta ketuhanan kristus.

    Selain itu dalam ayat yg anda kutip itu pun telah nampak penyelewengan.

    1) Aku dan Bapa adalah 1. (maknanya mereka menyokong dualitias)’

    2) Tetapi kemudiannya mereka menambah roh kudus makan terjadilah Trinitas. Maka saya rasa anda boleh agak di mana akuratnya alkitab mereka, kan?

    Maafkan saya jika penerangan saya tidak memuaskan kerana ini bukanlah bidang saya tetapi saya cuma tugaskan jalan dakwah saya sebagai seorang Islam.

    Jika anda telusuri sejarah Veda dan Hindu ini, anda akan dapati bahawa, agama anda juga berunsurkan ajaran nabi kami nabi Ibrahim AS.

    http://www.ilovezakirnaik.com/

  13. Selamat sejahtera, saya sedikit mengoreksi apa yang saudara katakan. Menurut hemat saya allah dan YHWH adalah pribadi yang berbeda. Jika Kristen mengakui bahwa yang disembah oleh Kristen & yahudi sama yaitu YHWH, memang benar adanya. Tapi dengan tegas Yahudi dan Kristen menolak bahwa allah dan YHWH adalah pribadi yang sama. Jika anda mempelajari lebih dalam ajaran Yahudi, Kristen dan islam anda akan menemukan banyak sekali perbedaan antara YAHWH dan allah. Contohnya mungkin seperti ini:
    1. Dalam ajaran Yahudi dilarang berkata dan terlebih lagi bersumpah demi ilah lain
    Ulangan 18:20 …”Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati…”. Tapi dalam ajaran islam, anda tidak diharamkan bersumpah demi allah. Bahkan allah sendiri sebagai tuhan juga ikut mengangkat sumpah
    demi fajar (surah 89:1), demi malaikat (surah 79:11-2), demi matahari dan bulan (surah 91:1-2),
    Bagaimana mungkin allah dan pengikutnya yang boleh bersumpah demi bulan matahari dll adalah pribadi yang sama dengan YHWH yang melarang umatnya bersumpah terutama demi allah lain? Jika anda menyatakan bahwa keduanya adalah pribadi yang sama maka akan terkesan sangat konyol.
    2. Bagi Yahudi & Kristen, YHWH tidaklah pelit akan mujizat, YHWH bisa melakukan mujizat melalui siapa saja yang dikehendaki-NYA. Contohnya seperti yang saudara darmasastra3 katakan YHWH pun turut berperang melawan mesir, palestina dan kanaan melalui mujizat-NYA. YHWH juga memberi kuasa kepada musa untuk membuat mujizat, yang dapat anda baca dalam kejadian 7 sampai dengan 17, Elia menolong janda disarfat (IRaja-Raja 17:7-23), Elisa yang banyak melakukan mujizat(IIRaja-Raja 2:19 & seterusnya), dan banyak lagi mujizat yang dibuat YESUS tercatat dalam Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Sedangkan allah yang disembah oleh islam tidaklah seperti itu dalam hal mujizat. Sering dikatakan oleh muhamad bahwa mujizat milik allah semata, bisa anda baca dalam QS yunus 10:49 dan QS Al-A’raf 7:188, dan QS 29:50 allah berkata – ..Katakanlah: ”Sesungguhnya mujizat-mujizat itu terserah kepada Allah? Sesungguhnya dalam (Al-Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”.
    Dengan kata lain muhamad mengatakan bahwa allah tidak akan memakai hambanya sebagai perantara dalam melakukan mujizat karena mujizat adalah milik allah semata. ”Quran itu adalah mujizat terbesar” dan Tidak ada mujizat lain bagi islam.
    Apakah ini yang anda katakan bahwa antara allah yang tidak memakai hambanya untuk melakukan mujizat adalah pribadi yang sama dengan YHWH selalu melakukan mujizat melalui siapa yang dikehendaki-NYA?Tidak saudaraku. Mereka berbeda.
    Maaf saya bukan mau berdebat tapi saya hanya ingin menggambarkan siapa allah dan siapa YHWH dengan bukti Taurat dan Quran
    3. Seperti yang saudara darmasastra3 tulis, jika YHWH dan allah adalah pribadi yang sama kenapa YHWH mencintai Yahudi dan Allah membenci sebenci-bencinyanya terhadap Yahudi??
    Perangilah (1) orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan (2) tidak (pula) kepada hari kemudian, dan (3) mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan (4) tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. Surah 9:29
    Jawabannya hanya satu,yaitu : keduanya adalah pribadi yang berbeda bahkan bertolak belakang. Karena YHWH mencintai Yahudi karena mereka bangsa pilihan sedangkan allah membenci yahudi mungkin karena rasa iri.
    4. Jika sebagai nabi allah, anda akan mendapat hak istimewa seperti muhamad boleh menikahi 13 orang wanita tapi umat muslim hanya boleh menikah 3 atau 4 wanita, atau saat hafsah mendapati muhamad sedang meniduri mariam(budak hafsah), muhamad diminta oleh hafsah untuk bersumpah tak akan meniduri mariam lagi. Jika tidak hafsyah akan mengadukannya pada aisyah (istri kesayangannya muhamad), tapi kemudian muhamad boleh melanggar sumpahnya karena wahyu yang diturunkan dalam QS Al tahrim 66 : 1 -5. tapi bagi YHWH sekalipun anda adalah nabi-NYA,anda tidak akan mendapat hak istimewa jika anda berbuat dosa, seperti musa yang tidak boleh masuk dalam tanah perjanjian karena musa melanggar kekudusan YHWH ditengah-tengah bangsa Israel (Ulangan 332:52-52). Ataupun daud yang merebut betsyeba dari uria pun mendapat ganjaran, Jadi dalam kamus allah nabi mempunyai hak istemewa tetapi dalam kamus YHWH sekalipun anda adalah seorang nabi, tidak ada hak istemewa bagi anda bila anda melakukan pelanggaran
    Apakah mungkin allah yang membeda-bedakan antara nabi dan umatnya sama dengan YHWH selalu berlaku adil bagi nabi dan umatnya???
    Dan masih banyak perbedaannya lainnya yang bisa saya sajikan jika anda ingin mendengar lebih banyak, tapi pada prinsipnya islam beranggapan bahwa allah adalah dzat tapi yahudi percaya bahwaYHWH adalah ROH jadi gak mungkin zat sama dengan roh

    Saudara neutrona yang terhomat saya ingin meluruskan bahwa tidak ada penyelewengan dalam ajaran nasrani dan yahudi, karena itu hanya klaim islam semata tanpa dapat menghadiran bukti satupun dari pernyataan saudara, dan juga kita semua tahu bahwa sejak awal taurat adalah milik yahudi, dan jika isi quran tidak sesuai dengan taurat itu bukan karena terjadi penyelewengan ajaran yahudi dan Kristen tapi dikarenakan quran merupakan jiplakan dari taurat. hasil jiplakan tidak mungkin akan sama persis dengan yang asli. Mungkin perlu diingat lagi, karena taurat pada mulanya adalah milik Yahudi jadi jika quran bertentangan dengan taurat apakah taurat yang patut dipersalahkan?
    Sudara darmasastra3, pernyataan anda bahwa YESUS Anak YHWH, amat sangat dibenarkan sekali, karena dalam ajaran protestan, mereka mengakui ISA adalah TUHAN dan bukan manusia biasa.
    Saudara Neutrona jangan memaksakan doktrin islam yang menolak ISA sebagai TUHAN kedalam ajaran Kristen, karena apapun yang terjadi kaum Nasharani mengakui ISA sebagai Tuhan dan tanpa ISA yang adalah Tuhan maka iman kekristenan adalah sia-sia. Kristen percaya bahwa ISA adalah Firman YHWH yang menjelma menjadi manusia bisa anda lihat dalam Yohanes 1:1, 14. Atau bisa anda baca dalam QS Ali ‘Imran 3:39, 45; dan ISA adalah Roh YHWH sendiri, matius 12:28, Lukas 1:35, bahkan islam pun mengakui bahwa Isa (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) dan disampaikan kepada maryam,dan (dengan tiupan) Ruh dari-Nya,, jadi logikanya bagaimana mungkin seorang manusia biasa adalah firman TUHAN dan juga menggunakan Ruh Tuhan? Jika ISA bukan TUHAN sendiri bagaimana mungkin DIA bisa menggunakan Ruh TUHAN??? (Maaf mungkin agak kasar) tapi mengapa allah tidak memilih muhamad sebagai Firman-Nya dan meniupkan Roh-Nya pada muhamad? Padahal dalam islam, muhamad adalah nabi terbesar? Jawabannya karena muhamad adalah manusia biasa. Dan kenapa harus ISA yang dipilih??? Karena YESUS itu adalah YAHWE sendiri.
    Maaf saya hanya menjiplak dari taurat dan Quran (yang katanya turun dari langit). Tapi jika anda ingin mengetahui dari sudut pandang seorang ateis yang menulis tentang siapa Yesus, saya sarankan anda membaca bukunya LEE STROBEL yang berjudul Pembuktian Atas Kebenaran Kristus (The Case For Christ)
    Jika anda mengatakan bahwa YESUS adalah manusia biasa, itu sangat menyakiti iman Kristen. Rasa sakitnya akan terasa sama bagi islam jika ada yang mengatakan bahwa allah sebenarnya yang disembah islam adalah tiruan DEWA BULAN
    Jadi saya berharap jika anda mengajukan kliam, paling tidak anda harus punya bukti dari kedua belah pihak untuk membuktikkan opini anda, sehingga anda tidak terkesan seperti memaksakan ajaran islam kedalam ajaran Kristen dan yahudi.
    Dan jika anda berbicara soal Dr. Zakir naik sepertinya anda juga harus membaca tentang pernyataan ngawur Dr. Zakir Naik Sekali lagi maaf saya bukan bermaksud untuk berdebat tapi saya hanya ingin meluruskan apa yang menurut saya kurang pas.

  14. Terima kasih saudarai Hajar untuk komentar yang sangat menarik. Namun ingin saya berpesan sesuatu agar anda bisa menyusun atur lagi komentar anda untuk yang akan datang kerana susunan tulisan saudari menyulitkan pemahaman saya.

    1) Kesalahan dalam Kitab Old Testament & New Testament

    II SAMUERL 24:1 : Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel ; Ia menghasut Daud melawan mereka , firmanNya, “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda”

    I TAWARIKH 21 : 1 IBLIS bangkit melawan orang Israel dan memujuk Daud untuk menghitung orang Israel.

    Penulis Samuel 24 telah meletakkan Tuhan sebagai pemimpin kepada situasi tersebut tetapi, penulis Tawarikh telah memberi penghargaan kepada Syaitan. Tambahan lagi, mengapa Tuhan ingin memerangi kekasih Dia sendiri?

    Cuba anda lihat majalan Awake, Volume XXXVIII, Brooklyn N.Y, September 8, 1957 , telah menyiarkan bahawa terdapat lebih dari 50 ribu kesalahan dalam Al-Kitab.

    II SAMUEL 24:13 : “Kemudian datanglahg Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya, “Akan datangkah menimpa engkau 7 TAHUN kelaparan di negerimu? Atau mahukah engkau melarikan diri 3 bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau?”

    I TAWARIKH 21 : 11-12 : “Kemudian datanglah Gad kepadfa Daud, lalu berkatalah ia kepadanya, “Beginilah Firman Tuhan : Haruslah engkau memilih. 3 TAHUN kelaparan atau 3 bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau.”

    Jadi, 7 tahun atau 3 tahun?

    2 TAWARIKH 36 :9 dibandingkan dengan 2 RAJA-RAJA 24:8, yg menceritakan Yoyakhin berumur 8 tahun dan lagi 1 pula menyatrakan Yoyakhin berusia 18 Tahun. Jadi 8 atau 18?

    Banyak lagi tetapi di atas juga sudah memadai.

    2) Allah – Nama peniruan dari Dewa Bulan?

    Anda juga kena mahir dalam ilmu bahasa Arab. Saya hanya berikan site rujukan untuk anda :

    http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/25/apakah-allah-dewa-bulan/

    Untuk lain2 hujahan anda, maka saya rasa anda bisa membaca karya Ahmad Deedat, The Choice untuk lebih mengetahui lagi kesilapfahaman anda dalam agama anda.

    Selain itu anda juga bisa mencari karya Yahuhi Menurut Al-Quran, Hadis, Taurad dan Injil. Kita bisa lihta dengan jelas tentang perlakuan paderi2 di indonesia mahupun Malaysia ingin menggantikan nama tuhan mereka kepada Allah.

    Saya berkata atas hakikat bahasa YHWH itu Allah. tetapi jikalau menurut kepercayaan dalam kitabmu, maka mereka ialah peribadi yang berbeda kerana Allah tidak pernah menyesal seperti yang diceritakan dalam

    Safar Kejadian, 6:7 , TUHAN berfirman : AKU akan melenyapkan manusia yang telah AKU ciptakan di atas muka bumi. Sama ada manusia , serangga, binatang-binatang, atau burung-burung yang berterbangan. Ini kerana, Aku menyesal menjadikan mereka semua.

    Allahku lebih mengetahui (Allahu a’lam)

    • AKU akan melenyapkan manusia yang telah AKU ciptakan di atas muka bumi. Sama ada manusia , serangga, binatang-binatang, atau burung-burung yang berterbangan. Ini kerana, Aku menyesal menjadikan mereka semua.

      Allahku lebih mengetahui (Allahu a’lam)

      jadi, kesempulanya Allah dan YHWH adalah pribadi yang berbeda, seperti yang di jelakan saudara hajar?

  15. Jawapan ringkas daripada saya, jika YHWH yang dirujuk oleh para nabi dari Bani Isreal, maka peribadi Nya ialah sama secara total dengan Allah. Namun jika YHWH yang dirujuk melalui kepercayaan orang2 Nasrani, Kristen, maka YHWH dengan Allah itu peribadi yang berbeda. Hanya orang Yahudi sahaja percaya bahawa YHWH dan Allah itu sama, cuma mereka tidak bisa menerima apabila nabi terakhir itu dari golongan Arab dan bukannya Bani Israel.

    • ok,
      kesimpulan dari jawaban anda :
      YHWH menurut para nabi dan Bani israel adalah pribadi yang sama dengan ALLAH namun menurut orang -orang nasrani,kristen,maka YHWH dan ALLAH adlah pribadi yang berbeda.

      dan kesimpulan jawaban saudara hajar yakni ALLAH dan YHWH adalah pribadi yang berbeda.

      trimakasih atas jawaban saudara” sekalian.
      salam………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s