Kali Santarana Upanisad Kali Santarana Upanisad

Kali Santarana Upanisad

 

Kali Santarana Upanisad

Kali Santarana Upanisad (कलिसन्तरन) adalah salah satu kitab acuan terpenting yang digunakan oleh sebagian besar Vaisnava di dunia. Garis perguruan Gaudya Vaisnava yang dewasa ini lebih dikenal dengan sebutan Hare Krishna. Dalam setiap bhajan/kirtana dan japanya selalu melantunkan mantra yang terdapat dalam kitab ini. Kenapa kitab ini begitu istimewa?

Upanisad adalah salah satu kumpulan terpenting dari Veda yang membahas filosofi ketuhanan yang sangat mendalam. Dari 108 kitab Upanisad yang ada, Kali Santarana Upanisad adalah salah satunya dan merupakan bagian dari Yajur Veda hitam/Krishna Yajur Veda. Kitab ini adalah kitab yang sangat penting untuk masa Kali Yuga dan muncul dari hasil percakapan Maha Rsi Narada dengan ayah yang sekaligus gurunya, Dewa Brahma. Kitab Kali Santarana Upanisad termasuk kitab yang sangat pendek, hanya tersusun dari 11 sloka. Adapun sloka keseluruhan dari kitab ini adalah sebagai berikut:

Yaddhivyanama smaratam samsaro gospadayate

Sva navyabhaktir bhavati tadramapadam asraye

Om sa ha navavaty iti santih

[1]

hari om. dvaparante narada brahmanam

jagama katham bhagavan gam

paryatana kalim santareyam iti.

 

[2]

sa hovaca. brahma sadhu prishto’smi

sarva shruti rahasyam gopyam tac

chrinu yena kali samsaram tarishyasi.

 

[3]

bhagavata adi purushasya narayanasya

namoccharana matrena nirdhta kalir bhavati

 

[4]

narada punah papraccha tan nama kim iti.

 

[5]

sa hovaca hiranyagarbah

hare krishna hare krishna, krishna krishna hare hare.

hare rama hare rama, rama rama hare hare;

 

[6]

iti shodashakam namnam, kali-kalmasha-nashanam;

natah parataropayah, sarva-vedeshu drishyate.

 

[7]

iti shodasha kalasya jivasyavarana vinashanam;

tatah prakashate para brahma medhapaye

ravi rashmi mandali veti.

 

[8]

punar narada prapaccha bhagavan kasya vidhi-riti

 

[9]

tam hovaca nasya vidhi-riti

sarvada shuci-ashucira va pathan

brahmanam salokya samipya

sarupatam sayujyatam eti.

 

[10]

yadasya shodashikasya sardha trikotir japati.

tada brahma hatyam tarati vira hatyam.

svarna steyat puto bhavati. pitrideva

manushyanam apakarat puto bhavati.

 

[11]

sarva dharma parityaga papat sadyah sucitamapnuyat. sadyo mucyate sadyo mucyate ity upanishat.

Om sa ha navavatviti santih

Iti sri-kali-santaranopanisat samapta

 

Arti harfiah dari sloka-sloka ini adalah sebagai berikut:

 

Harih Om. Tersebutlah pada akhir jaman dvapara, maha Rsi Narada datang menghadap dewa Brahma dan bertanya, “Wahai Bhagawan, Guruku yang mulia, dengan berkeliling-keliling di dunia ini, bagaimanakah caranya agar hamba mampu melepaskan diri dari pengaruh Kali-yuga?

Dewa Brahma selanjutnya menjawab; “Pertanyaanmu adalah pertanyaan yang sangat baik, apa-apa yang seluruh Sruti Sastra (Rg., Sama, Yajur, Atharva Veda dan lain-lain) tersimpan secara rahasia dan rohani, dengarlah hal itu dengan baik, dengan mana engkau akan mampu menyeberangi kesengsaraan pada jaman Kali berupa kelahiran dan kematian berulang kali. Hanya dengan mengucapkan nama-nama suci kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Yang Awal, Narayana, akan mampu menghancurkan pengaruh buruk jaman Kali”. Maha Rsi Narada kembai bertanya sebagai berikut, “Nama suci manakah yang anda maksudkan itu?”. Selnjutnya dewa Brahma menjawab: (1). Hare, (2). Rama, (3). Hare, (4). Rama, (5). Rama, (6). Rama, (7). Hare, (8). Hare, (9). Hare, (10). Krishna, (11). Hare, (12). Krishna, (13). Krishna, (14). Krishna, (15). Hare, (16). Hare. Keenambelas nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa ini menghancurkan pengaruh-pengaruh buruk dalam jaman Kali. Sama sekali tidak ada cara lain yang lebih ampuh dari pada ini yang dapat ditemukan di dalam seluruh literatur Veda. Ini (keenam belas nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa) menghancurkan penutup dari sang Atman (Jiva) berupa enam belas Kala. Kemudian barulah sang atman dapat menunjukkan sinar aslinya: Barulah parambrahma bagaikan sang surya bersinar terang benderang dengan hilangnya sang awan. Kembali Maha Rsi Narada bertanya; “Guruku yang mulia, apakah aturan peraturan untuk mengucapkan nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa ini?”. Dewa Brahma menjawab; “Sama sekali aturan-aturan (yang khusus) mengucapkan keenam belas nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa ini. Setiap saat, apakah seseorang dalam keadaan suci atau tidak suci, dia dapat mengucapkannya. Dengan mengucapkan nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa ini, orang akan mampu mencapai Moksa atau pembebasan dari kelahiran dan kematian yang disebut Salokya (dapat tinggal di alam rohani yang sama dengan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa), Samipya (dapat tinggal di dekat Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa), Sarupya (bisa mendapat bentuk badan yang sama dengan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa) dan Sayujya (dapat bersatu dengan Bahmajyoti atau sinar badan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa).

 

Jika seseorang berjapa atau mengucapkan nama-nama suci Tuhan Yang Maha Esa ini sebanyak tiga setengah koti (35.000.000), maka dia akan dibebaskan dari dosa-dosa akibat membunuh Brahmana, dosa akibat membunuh pahlawan besar, dosa akibat mencuri emas. Dia juga akan dibebaskan dari dosa-dosa akibat penghinaan/kesalahan terhadap leluhur, para dewa, Tuhan dan kesalahan terhadap manusia atau orang lain. Dia akan dibebaskan dengan segera dari dosa-dosa akibat meninggalkan segala dharma atau kewajiban-kewajiban suci yang ditetapkan. Dia akan mendapatkan kesucian segera dibebaskan, segera dibebaskan.

 

Demikianlah Upanisad ini. Harih Om tat sat. Om sa ha navavatviti santih.

 

Dalam mantra ini, pernyataan Maha Rsi Narada mengenai “berkeliling-keliling di dunia ini” bukanlah pernyataan harfiah dimana Maha Rsi Narada memang senantiasa berkeliling ke berbagai tempat di alam semesta material dan juga di dunia rohani, tetapi pernyatan ini adalah istilah yang ditujukan pada pengembaraan sang jiva yang terperangkap dalam samsara (mengembara di alam material dan mengalami kehidupan dan kematian berulang kali). Kenyataan ini dipertegas oleh dewa Brahma yang memberikan penjelasan yang terpusat pada Atman/Jiva/Mahluk hidup.

Berikutnya dewa Brahma juga menjelaskan bahwa ke-16 nama suci yang terdiri dari kata “Hare”, “Krishna” dan “Rama” dapat diucapkan tanpa aturan khusus. Seseorang dapat mengucapkan mantra ini dalam kondisi apapun dan dimanapun. Meskipun seseorang sedang berada di kamar mandi, dalam keadaan sedih atau ada di tempat-tempat kotor lainnya, dia tetap bisa melantunkan nama-nama suci ini.

Anjuran pelantunan maha mantra “Hare Krishna Hare Krishna, Krishna Krishna Hare Hare, Hare Rama Hare Rama, Rama Rama Hare Hare” pada masa Kali-Yuga ini ternyata tidak saja terdapat dalam kitab Kali Santarana Upanisad, tetapi juga sangat dianjurkan pada kitab-kitab Veda lainnya. Dalam Brhan Naradiya Purana (38.126) disebutkan: “harer nama harer nama harer nama eva kevalam kalau nasty eva nasty eva nasty eva gatir anyata, pada jaman Kali, tidak ada cara lain, tidak ada cara lain, tidak ada cara lain untuk mencapai kemajuan spiritual selain dari pada mengucapkan, mengumandangkan atau menyanyikan nama suci, nama suci, nama suci Sri Hari. Dalam Bhagavata Purana (12.3.51) disebutkan; “kaler dosa-nidhe rajan asti hy eko mahan gunah kirtanad eva krsnasya muktah-sangah param vrajet, sang Raja mulia, meskipun Kali-Yuga penuh dengan kegiatan berdosa, tetapi jaman Kali ini membawa satu keberuntungan besar yakni hanya dengan mengumandangkan nama-nama suci Tuhan Sri Krishna, orang dapat bebas dari derita dunia fana dan kembali ke dunia rohani. Hal yang serupa juga ditegaskan dalam Vishnu Purana (6.2.17), Padma Purana (Uttara Kanda 72.25) dan Brhan-Naradiya Purana38.97); “dhyayan krte yajan yajnais tretaram dvapare’rcyam yad apnoti tad apnoti kalau sankirtya kesavam, Phala kerohanian apapun yang dicapai melalui meditasi pada masa Satya-Yuga, melalui pelaksanaan yajna pada masa Treta-Yuga, dengan memuja Arca vigraha-Nya pada masa Dvapara-Yuga, phala serupa juga bisa dicapai pada masa Kali-Yuga hanya dengan mengumandangkan nama-nama suci Kesava.

Dengan demikian, kenapa ragu melantunkan nama suci ini?

Untuk memperjelas, mohon baca juga artikel terkait berikut:

  1. Hari-nama Cintamani
  2. Hari-nama Sankirtana

 

Sumber:

  1. Darmayasa, Kali Santarana Upanisad, Shabari Ashram, 1995
  2. http://nitaaiveda.com/
  3. www.wikipedia.org
<br>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s