white hole-black hole,teori penciptaan menurut weda

White Hole – Black Hole, Teori Penciptaan dalam Veda!
Posted on February 16, 2009 by Administrator

Ada berbagai versi mengenai teori penciptaan alam semesta yang telah diajarkan sampai saat ini. Mulai dari teori dentuman besar (Big bang), Matahari ganda dan lain sebagainya baik yang memang murni berdasarkan analisa ilmu pengetahuan ataupun untuk kepentingan pembenaran kitab suci tertentu.
Menurut penulis yang memiliki nama besar dari kalangan Muslim, dengan nama samarannya Harun Yahya. Teori penciptaan menurut Al-Qur’an sangat sesuai dengan teori penciptaan dentuman besar Big Bang . Menurutnya, Alam semesta dimulai dari satu titik energi-materi yang akhirnya pecah dan terbentuk berbagai susunan planet dengan tatasuryanya. (Eittt… nanti dulu, apa benar teori penciptaan Al-Qur’an sesuai dengan teori Big Bang? Akan kita bahas dalam topik berikutnya) Al-Qur’an dan Injil menyebutkan bahwasanya alam semesta beserta isinya ini diciptakan oleh Allah hanya dalam waktu 1 minggu (7 Hari). Teori ini juga menjelaskan kenapa alam semesta ini mengembang dan jarak antara tatasurya semakin menjauh.

Bagaimana menurut Hindu? Apakah sama dengan teori-teori agama abrahamik? Dan dapatkah dijelaskan secara ilmiah?
Secara global menurut Veda alam semesta terdiri dari dua bagian utama, yaitu 2/3 alam rohani dan 1/3-nya alam material. Alam rohani sering disebut dengan istilah alam Moksa dimana kondisinya adalah sat cit ananda (kekal, penuh dengan ilmu pengetahuan dan penuh dengan kebahagiaan). Di alam moksa terdapat jutaan planet yang ditempati oleh roh-roh yang telah mencapai pembebasan dan sesuai dengan rasa yang dimiliki oleh roh bersangkutan. Sebagai contohnya, seorang pemuja Krishna akan mencapai planet Vaikunta, Pemuja Narasimha akan hidup bersama Narasimha, pemuja Narayana akan hidup bersama Narayana di planet rohani yang masing-masing terpisah. Sedangkan di alam material tersusun atas jutaan alam semesta. Dimana dalam satu alam semesta terdiri dari jutaan galaksi. Kita sendiri menempati salah satu alam semesta dalam galaksi Bimasakti. Dalam sebuah galaksi terdiri milyaran tatasurya yang berpusat pada 1 bintang, dan dalam satu tatasurya terdiri dari beberapa planet. Seperti pada tempat kita tinggal di planet bumi yang terletak pada tatasurya dengan pusat bintang matahari.

Penciptaan alam semesta diawali dari Tuhan sendiri yang berbaring di lautan penyebab yang mungkin bisa dikiaskan sebagai pondasi seluruh alam semesta sebagai Karanodakasayi Visnu yang maha besar. Dari setiap pori-pori Karanodakasayi Visnu muncullah Garbhodakasayi Visnu yang memunculkan sebuah alam semesta. Dari sini bisakah kita membayangkan betapa besarnya Tuhan? Yang hanya dari 1 pori-porinya memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan galaksi.

Secara Ilmiah munculnya alam semesta dari pori-pori Tuhan dalam wujud Karanodakasayi Visnu ini diistilahkan dengan White Hole (Lubang Putih). Fenomena White hole sempat diamati oleh beberapa ilmuan yang merupakan area tempat terjadinya perubahan dari Energi menjadi Materi. Kenyataan ini dibenarkan dalam sloka Rgveda bab II.72.4 disebutkan “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari” artinya : Dari aditi (materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Perubahan dari energi menjadi materi diistilahkan dengan White Hole, bagaimana dengan perubahan dari materi menjadi energi? Dalam konsep penciptaan Veda, perubahan ini dapat diistilahkan dengan Black Hole yang juga sangat sesuai dengan penemuan para ilmuan saat ini. Jadi Veda memberikan jawaban atas pertanyaan bagaimana alam semesta diciptakan bukan dengan konsep big bang seperti yang diakui oleh Al-Qur’an, melainkan dengan teori yang baru mulai dilirik oleh para ilmuawan setelah ditemukannya fenomena Black Hole, yaitu teori Black Hole – White Hole.

Lebih lanjut Veda menjelaskan bahwa setelah munculnya Garbhadakasayi Visnu dari pusar beliau muncul bentuk yang menyerupai bunga padma. Di atas bunga padma inilah Tuhan menciptakan mahluk hidup yang pertama, yaitu Dewa Brahma. Dewa Brahma diberi wewenang sebagai arsitek yang menciptakan susunan galaksi besarta isinya dalam satu alam semesta yang dikuasainya. Kanapa penulis menjelaskan Dewa Brahma menjadi arsitek dalam alam semesta yang dikuasainya? Hal ini karena Menurut Veda alam semesta ada jutaan dan tidak terhitung banyaknya yang muncul dari pori-pori Karanodakasayi Visnu dan setiap alam semesta memiliki dewa Brahma yang berbeda-beda. Ada Dewa Brahma yang berkepada 4 seperti yang dijelaskan menguasai alam semesta tempat bumi ini berada. Dan ada juga Brahma yang lain yang memiliki atribut yang berbeda, berkepala 8, 16, 32 dan sebagainya. Yang jelas dapat disimpulkan bahwa Brahma adalah merupakan kedudukan dalam sebuah alam semesta dan di seluruh jagad material terdapat sangat banyak dewa Brahma, bukan saja dewa Brahma yang telah biasa dibicarakan oleh umat Hindu saat ini. Hal pertama yang diciptakan Brahma dalah susunan benda antariksa, planet, bintang dan sejenisnya mulai dari tingkatan paling halus sampai dengan yang paling kasar. Dalam penciptaan ini dijelaskan bahwa Tuhan menjelma sebagai Ksirodakasayi Visnu dan masuk kedalam setiap atom dan partikel terkecil sekalipun. Inilah kemahahebatan Tuhan sebagai maha ada dan menguasai setiap unsur dalam ciptaannya. Setalah itu Dewa Brahma menciptakan berbagai jenis kehidupan mulai dari para dewa, elien, mahluk halus, binatang, tumbuhan sampai pada virus yang berjumlah 8.400.000 jenis kehidupan. Veda juga memberikan penjelasan siapa manusia pertama. Tidak seperti halnya kitab suci Abrahamik yang menyebutkan hanya ada 1 manusia pertama yaitu adam, Tapi Veda menjelaskan ada 14 manusia pertama yang muncul dalam jaman yang berbeda dalam 1 siklus penciptaan. Manusia pertama dalam Veda diciptakan oleh dewa Brahma dan disebut dengan Manu dan sampai saat ini sudah mencapai generasi manu ke-7.

Jika anda mengaku sebagai manusia tetapi menolak otoritas manu sebagai manusia pertama, maka anda adalah orang bodoh. Manusia berasal dari bahasa sansekerta, dari urat kata manu dan sia, sia diartikan sebagai keturunan. Karena itu seluruh keturunan manu disebut sebagai manusia. Jadi anda salah besar jika memanggil diri anda sebagai manusia tetapi mengakui adam sebagai leluhur pertama anda.

Veda menolak akan adanya teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin, Tetapi Veda mengemukakan akan adanya Devolusi, atau terjadinya degradasi atau penurunan kualitas kehidupan, mulai dari semakin kacaunya susunan tatasurya, kepunahan mahluk hidup, penurunan kualitas kehidupan manusia seiring dengan berjalannya waktu. Terus bagaimana Veda dapat menjelaskan tentang terjadinya berbagai ras manusia? Dalam kitab suci agama abrahamik yang dengan tegas mengakui hanya adam adalah manusia pertama dan berusaha menjelaskan bahwa mutasi dan evolusi genetislah yang menghasilkan ras berbeda. Hawa sebagai pasangan adam tercipta dari tulang rusuk adam. Dengan demikian secara ilmiah, gen yang dimiliki adam seharusnya sama dengan gen yang dimiliki hawa. Jika kedua pasangan ini kawin dan menghasilkan keturunan, maka sudah barang tentu keturunan yang dihasilkannya seharusnya memiliki gen yang sama. Hanya saja kenapa saat ini ada banyak ras dengan genetik yang sangat jauh berbeda? Agamawan dari kalangan Abrahamik menjelaskan bahwa perubahan itu akibat adanya evolusi karena mutasi. Hanya saja Ilmu pengetahuan modern saat ini menjelaskan bahwasanya mutasi tidak akan pernah menghasilkan keturunan yang bersifat menguntungkan bagi mahluk hidup bersangkutan. Sebagai contoh semangka yang dimutasi dapat menghasilkan semangka tanpa biji dimana selanjutnya semangka bersangkutan tidak akan mampu berkembangbiak secara normal.Demikian juga dengan sapi yang diradiasi untuk menghasilkan sapi yang memiliki ukuran besar juga tidak sanggup bertahan hidup dan berkembang biak secara normal. Bukti lain yang membantah pernyataan agamawan abrahamik yaitu jika orang asia hidup ditengah-tengan orang bule di eropa dalam waktu yang sangat lama dengan kebudayaan eropa tetapi mereka tidak pernah melakukan perkawinan silang dengan orang bule, apakah postur tubuh mereka berubah menjadi orang bule atau campurannya? Tentu tidak bukan. orang dengan ras asia tetap sama dimanapun mereka berada.

Nah, jika teori adam-hawa ini salah, bagaimana otoritas Veda menjelaskannya? Menurut Veda yang menjelaskan bahwa sampai saat ini di bumi ini telah muncul 7 manu dengan gambang menyatakan bahwa ras-ras yang berbeda yang ada saat ini berasal dari ke-7 manu yang memiliki genetik yang berbeda dan perkawinan silang diantara mereka. Jadi keturunan dari manu saat ini adalah kombinasi dari 7 dan dapat merupakan kombinasi dari keturunanya lagi. Tentunya secara Ilmiah teori ini dapat diterima dengan baik dan jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan konsep adam-hawa. Jadi yakinkah bahwa leluhur anda adalah adam dan hawa?

Seringkali pula kita mendengar bahwa kiamat sudah dekat. Benarkah kiamat sudah dekat? Veda menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi pada saat Brahma yang merupakan arsitek alam semesta meninggal dunia pada usia beliau yang ke-100 tahun dalam satuan waktu alam Jana loka. Sebelum ke penjelasan selanjutnya, sebaiknya harus dimengerti terlebih dahulu bahwa waktu di bumi, berbeda dengan waktu di planet lain ataupun di dimensi lain sesuai dengan hukum relativitas ruang dan waktu. jika kita dapat mengerti bahwa 1 hari di sorga akan sama dengan 6 bulan di bumi, 1 hari di dimensi alam jin akan sama dengan 3 hari di dimensi kita di bumi. Demikian juga dengan alam / dimesi ruang yang lainnya. 100 tahun dewa brahma jika dikonversikan dalam satuan waktu kita akan sama dengan 311,04 triliun tahun manusia.

Sumber: Lifes come from lifes, Bhaktivedanta Book Trush

9 responses to “white hole-black hole,teori penciptaan menurut weda

  1. ahmed shahi kusuma

    Maaf, latar belakang saya yg ilmu sastra, kemudian s2 di bidang s ejarah, (bukan ilmu alam).Saya mungkin kurang sependapat dengan smpyan bahwa pembuktian kebenaran ruhaniah dari pembuktian apologetika uji2 ilmiah seperti ini.
    Dalam salah satu tulisannya yg menurut saya bagus, Romo Magnis Suseno(katholik) mengatakan bahwa memahami tulisan penciptaan alam dengan membaca alkitab tdk harus dibaca dlm ketepatan ilmiah seperti itu tetapi memahami karya Tuhan, bahwa Tuhan berkehendak!
    Bahayanya apa memahami dgn pembuktian qur’an sperti ini, atau weda seperti itu, adalah kenisbian pemahaman kita saat ini dengan membaca teks yg dibentuk jaman lampau dengan dibaca secara pencocokan abad 21, kan berabe??? la nanti kalo pendapat ilmuwan berbeda lagi???
    shanti-salam!!!

  2. Om swastiastu…
    Salam sejahtera…
    Senang rasanya bpak mengunjungi blog ini lagi….
    @pak ahmed shahi
    berabe.??Di lihat dari segi mananya ya pak….

    mencocokan teks masa lampau dg penemuan moderen sebenarnya sangat membantu…
    Karena dg itu kita mengetahui ilmiah tidaknya teks kuno tersebut..

    Trimakasih ataz kunjunganya pak….
    Om sanhi-santhi-santhi Om

  3. ahmed shahi kusuma

    piye iki jawabe, yo walaykum salam aja..
    maksud Rmo Magnis en saya ttg berabe itu begini…..
    Kalo saya apa yg kita tulis ttg sebuah fenomena iptek sekarang saya anggap benar, lalu suatu ketika ditemukan kesalahannya, yg salah kitab sucine, apa tafsiran kita dalam membaca teks itu???
    Teks kitab suci sangat mudah mengandung kesubyektifitasan diri kita. Justru bagaimana meletakkan nilai membaca teks kitab suci dalam bingkai keobyektifitasan, la itu juga apa mungkin tentunya?

  4. @Salam sejahtera pak………He he….

    Oh…Jadi itu maksutnya…..

    Jika ada kesalahan dg penemuan yg sudah di temukan,apakah yg salah kitab sucinya atau tafsiran kita.??
    Jawaban saya :
    bisa saja kitabnya yg salah,dan juga bisa tafsiran kita yg salah…

    Santhi

  5. @ Admint

    wah hebat kamu…?
    jika ada teks suci agama lain yg tidak sesuai dengan otak anda, pasti disalahkan.
    sedangkan teks-teks suci dari agamamu, walopun isinya “menggelikikan” dibenarkan dan dianggap ilmiah.
    jika kamu meyakini adanya avatar.
    bukankah semua agama didunia ini diturunkan oleh Tuhan melalui Avatarnya?
    jika kamu menyalahkan kitab suci agama orang lain berbarti kamu menyalahkan yang menurunkan kitab suci tsb yaitu Tuhan.
    aneh sekali, satu sisi kamu menyembah Tuhan satu sisi kamu mencela Tuhan karena hanya beda dalam memahami teks.
    sebelum kamu bisa menjadi mahluk ruhani, maka kamu bakal terjebak dalam dimensi materi.

  6. @komang yohanes,,

    trimakasih sebelumnya telah mau berkunjung ke blog ini,,
    menyalahkan teks kuno hanya karna berlainan dg isi otak saya??
    Hem,,Sya hanya membandingkan teks itu berdasarkan teori yg telah ada sekarang,,

    mengenai konsep Avatara,sya sangat menyakini hal ini..
    Sekarang saya tanya,apakah anda percaya dan menyakini bahwa ajaran agama anda merupakan salah satu dari ajaran para Avatara??

    Satu lagi sya mau bertanya dg anda,apakah Yesus adalah Tuhan atau hanya seorang nabi??
    Sya membutuhkan jawaban anda di tulisan lain di blog ini,karna ada seorang muslim yg menganggap Yesus hanya seorang nabi :

    https://dharmasastra3.wordpress.com/2010/11/21/340/#comment-111

    trimakasih sebelumnya salam,,

  7. manggalam Astu. sembah sujud saya kehadapan Paduka Bhatara Hyang Guru. apa yang ditulis itu adalah benar, bahkan kita meyakini ada bermilayr galaksi yang didalamnya iu ada banyak bentuk kehidupan. dan suara ledakan pertama kali dari BIG BANG itu adalah OM….menggema dan memenuhi seluruh yang ada, di luar segalanya dan didalam segalanya.

  8. hati-hati membuat Hipotesa kawan,Weda sangat luas…

  9. Weda pengetahuan yang sangat besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s