Arsip Tag: Sloka

Sloka menarik tentang bumi

Dalam Atharvaveda X.2.25.
“Brahma bhumir vihita brahma dyaur uttara hita,Brahmedam urdhvam tiryak ca antariksam vyaco hitam”

artinya:
“Tuhan Yg Maha Esa mnciptakn ALAMSEMESTA,Ia menempatkn BUMI di ANGKASA,Ia MENGEMBANG dari pusat alam semesta DALAM SEMUA ARAH.”

wah sloka yg menggambarkn keadaan alam semesta…
Di mana Tuhan menciptakan alam semesta.
Kemudian bumi Di ciptakan di angkasa,alam semesta mengembang ke segala arah….
Apa sama dg teori penciptaan alam semesta yakni teori BIGBANG…????
Wah kita dapat menilainya sendiri ya…
He he he

Bentuk Bumi Menurut Veda

Bumi itu bulat tidak pernah diributkan di India. Banyak hal, anda akan temukan, Varahavatar mengangkat bola bumi di taring/gading di banyak patung.

Anda akan temukan singa (Buddha) berkelahi dengan Naga (kebodohan) yang menggenggam bumi bulat d ekornya, di banyak icon Buddhist di Timur laut India.

Setiap Hindu akan mengenal cerita metaphora bagaimana raja Iblis Hiranyaksha,yang menemukan bumi itu bulat seperti bola dan memainkannya sehingga kemudian Visnu membunuhnya untuk menyelamatkan Bumi

Catatan:
Kata Geographi dalam bahasa india disebut dengan Bhugola sastra yang berarti Bumi yang Bulat

Dalam Shatapatha Brahmana [8.7.3.10] dinyatakan bahwa, “Bumi mengendalikan Dunia-dunia – Bumi, planet-planet dan atmospir agar teratur di posisinya”.

Aitareya Brahmana [2.7] menyatakan,

  • “Matahari tidak pernah terbit maupun tenggelam, ketika orang-orang berpikir bahwa matahari tenggelam, sesungguhnya tidaklah demikian, mereka keliru”.
  • Vishnu Purana [2.8] menyatakan, “Matahari diposisinya setiap waktu, di siang hari…, yang selalu di satu tempat yang sama, tidak pernah terbenam maupun tenggelam”
  • Rig Veda [8.12.30]: O Yang Maha Perkasa! Ketika engkau menstabilkan Sinar yang benderang ini, Matahari di Langit, Planet-planetMu kau letakan bergerak
  • Yajur Veda [23.9-10]: Siapa yang lebih berputar pada porosnya? Siapa yang memutari yang lainnya? Matahari berputar pada sumbunya dan bulan memutari Bumi dan Matahari
  • Rig Veda [1.103.2], [1.115.4] dan [5.81.2]: Efek Gravitasi matahari membuat bumi stabil.
  • Rig Veda [10.189.1]: Bulan ini, menjadi satelit bumi, berputar di planet Ibunya (Bumi) dan mengikutinya ber-revolusinya mengitari Matahari, ayah planet yang bercahaya sendiri.
  • Rig Veda [1.164.29]: perputaran bumi tidak berkurang dan bumi terus berputar pada sumbunya
  • Sama Veda [121]: Matahari tidak pernah terbenam ataupun terbit karena bumi yang berotasi

Bulatnya bumi adalah sebab-sebab musim yang cukup jelas di sebutkan di literature Vedic:

Aitareya Brahmana [3.44] menyatakan:

“Matahari tidaklah pernah terbenam maupun terbit. Ketika manusia berpikir bahwa matahari tengah terbenam (tidak persis seperti itu). Setelah sampai di penghujung siang. Itu sendiri menghasilkan dua efek yang berlawanan. Membuat malam pada sisi yang dibawahnya dan siang pada sisi yang lain…Ketika mencapai penghujung malam itu. Itu sendiri menghasilkan dua effek yang berlawanan. Membuat siang pada sisi yang dibawahnya dan malam untuk sisi yang lainnya. Sebenarnya Matahari tidak pernah tenggelam”

Aitareya Brahman [4.29]:

“Matahari tidak pernah terbenam atau terbit. Karena bumi dengan rotasi pada sumbunya menyebabkan matahari Tenggelam-terbit, siang dan malam,

Wisnu Purana:

Bumi atas kehendak Brahma melakukan rotasi dengan dua cara, pertama berotasi pada sumbunya dan kedua berotasi mengelilingi Matahari. Siang dan malam dibedakan ketika berputar pada sumbunya musim berganti ketikan berotasi mengelilingi Matahari

Rig Veda [1.33.8]:

Cakrācāsaħ pariņaham pŗthivyā
Orang-orang berdiam di sekeliling permukaan bumi

Surya Sidhantha [12.32]:

Madhye samantāņđasya bhūgolo vyomni tisthati
Di tengah-tengah jagat (Brahmanda), Bumi yang Bulat berdiam kokoh di ruang angkasa

Dalam Atharvaveda X.2.25.
“Brahma bhumir vihita brahma dyaur uttara hita,Brahmedam urdhvam tiryak ca antariksam vyaco hitam”

artinya:
“Tuhan Yg Maha Esa mnciptakn ALAMSEMESTA,Ia menempatkn BUMI di ANGKASA,Ia MENGEMBANG dari pusat alam semesta DALAM SEMUA ARAH.”

 

Bumi TIDAK Bulat namun lebih datar di kutubnya:
Bumi TIDAK Bulat namun lebih datar di kutubnya:

Rig Veda [30.4.5]:

Bentuk Bumi adalah bulatan yang lebih datar pada kutub-kutubnya (Oblate spheroid)

Markandeya Purana [54.12]:

menyatakan bahwa Bumi lebih datar di kutub-kutubnya dan membengkak di equatornya, jadi tidak bulat sepenuhnya

Itulah sedikit sloka tentang bentuk bumi yng di gambarkan dalam kitab veda.